Sebuah guncangan gempa bumi dengan magnitudo 3.8 mengguncang wilayah Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Peristiwa alam ini terjadi pada Senin sore, 14 April 2025, sekitar pukul 16.15 WIT. Meskipun magnitudonya tidak terlalu besar, namun guncangan gempa yang terjadi terasa cukup kuat oleh sebagian besar warga di sekitar pusat gempa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak di darat pada koordinat 4.15 Lintang Selatan dan 138.92 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 25 kilometer arah barat daya Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Guncangan gempa yang relatif dangkal ini menjadi penyebab mengapa getarannya terasa kuat di permukaan tanah.
Kepala Stasiun Geofisika Wamena, Bapak Aryo Nugroho, S.Si., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin sore, 14 April 2025, membenarkan terjadinya guncangan gempa tersebut. “Benar, wilayah Jayawijaya baru saja diguncang gempa bumi dengan magnitudo 3.8. Kami mencatat pusat gempa berada di darat dan kedalamannya dangkal, sehingga wajar jika guncangannya dirasakan cukup kuat oleh masyarakat,” ujar Bapak Aryo Nugroho.
Meskipun guncangan gempa terasa kuat, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau adanya korban jiwa. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memantau kondisi di lapangan dan melakukan pendataan jika ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa ini.
Warga di Kota Wamena dan sekitarnya sempat merasakan kepanikan sesaat akibat guncangan yang tiba-tiba. Beberapa warga dilaporkan berhamburan keluar rumah sebagai langkah antisipasi. Namun, setelah beberapa saat dan tidak adanya gempa susulan yang signifikan, situasi kembali berangsur normal.
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Meskipun gempa yang terjadi relatif kecil, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan situasi kegempaan. Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diimbau untuk mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah dan BPBD setempat terus melakukan pemantauan dan siap siaga jika terjadi dampak yang lebih besar akibat aktivitas kegempaan di wilayah Papua Pegunungan.