Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus inspiratif terjadi di Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan. Seorang mahasiswa asal Papua, Dorfince Pigai, terpaksa membawa serta adik lelakinya ke dalam kelas perkuliahan karena tidak ada yang dapat menjaganya di rumah kontrakan mereka.
Kisah ini bermula ketika perkuliahan akan segera dimulai pada suatu pagi. Dorfince melalui pesan singkat WhatsApp meminta izin kepada dosen pengampu mata kuliah saat itu, Anis Syamsu Rizal, untuk membawa adiknya ke kelas. Permintaan yang jujur dan penuh tanggung jawab ini menyentuh hati sang dosen.
Tanpa ragu, Anis Syamsu Rizal memberikan izin kepada Dorfince untuk membawa adiknya ke dalam kelas. Beliau memahami kesulitan yang dihadapi mahasiswanya dan memilih untuk memberikan solusi yang humanis agar Dorfince tetap dapat mengikuti perkuliahan tanpa mengkhawatirkan kondisi sang adik di rumah.
Kisah Dorfince yang membawa adiknya ke kelas kemudian diabadikan oleh Anis dalam sebuah video singkat yang diunggah di media sosial. Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai berbagai komentar positif dari warganet yang terharu dengan kegigihan Dorfince dan kebaikan hati sang dosen.
Respon positif ini juga menyoroti nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi yang dijunjung tinggi di lingkungan Universitas Pamulang. Tindakan Anis sejalan dengan pesan pendiri Unpam, Darsono, yang selalu menekankan pentingnya untuk memudahkan urusan mahasiswa.
Bagi Anis, ini bukanlah kali pertama ia mendapati mahasiswa dalam kondisi serupa. Ia melihat ketulusan dan tanggung jawab pada mahasiswa asal berbagai daerah di Indonesia Timur yang berkuliah di Unpam. Mereka dinilai memiliki etika dan sopan santun yang baik di dalam maupun di luar kelas.
Kisah Dorfince ini menjadi cerminan semangat juang dan pengorbanan seorang perantau dalam menuntut ilmu. Di tengah keterbatasan dan tantangan, ia tetap berusaha yang terbaik untuk pendidikannya sambil tidak mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarganya.
Universitas Pamulang sebagai lembaga pendidikan memberikan ruang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Kisah Dorfince ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian di lingkungan kampus.