Kabar duka kembali datang dari Papua, di mana seorang anggota kepolisian menjadi korban kekerasan. Brigadir Polisi Dua (Bripda) Anugerah Pratama (22 tahun) dilaporkan menjadi korban penikaman oleh sekelompok yang terdiri dari lima orang pria di wilayah Yahukimo. Insiden tragis ini terjadi pada hari Minggu, 27 April 2025, sekitar pukul 21.45 WIT, di sebuah jalanTrans Papua yang menghubungkan Dekai dan Kenyam.
Menurut keterangan dari saksi mata yang selamat, Bripda Anugerah Pratama bersama rekannya sedang melakukan patroli rutin menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh lima orang pria tak dikenal yang langsung menyerang dengan senjata tajam. Bripda Anugerah Pratama menjadi korban penikaman yang mengakibatkan luka parah. Sementara rekannya berhasil melarikan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Yahukimo.
Kapolres Yahukimo, AKBP Riko Sitompul, S.I.K., M.H., membenarkan adanya insiden korban penikaman yang menimpa anggotanya. Pihaknya выразил rasa duka cita yang mendalam atas kejadian ini. Tim gabungan dari Polres Yahukimo dan Brimob Kompi C Kenyam segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Kami sangat berduka atas gugurnya salah satu anggota terbaik kami. Bripda Anugerah Pratama menjadi korban penikaman saat menjalankan tugas negara. Kami akan melakukan segala upaya untuk menangkap para pelaku dan mengungkap motif di balik serangan brutal ini,” tegas AKBP Riko Sitompul dalam konferensi pers di Dekai, Senin (28/4/2025) pagi.
Dari hasil olah TKP awal, ditemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan oleh para pelaku. Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan identifikasi terhadap para pelaku berdasarkan ciri-ciri yang berhasil diidentifikasi oleh rekan korban yang selamat.
Jenazah Bripda Anugerah Pratama telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum et repertum. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Insiden ini menambah daftar panjang anggota kepolisian yang menjadi korban kekerasan saat bertugas di wilayah Papua.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa pelaku penikaman merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama ini kerap melakukan aksi teror dan kekerasan di wilayah Yahukimo. Namun, motif pasti dari serangan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H., melalui juru bicaranya, menyampaikan осуждение keras atas tindakan brutal yang menyebabkan seorang anggota kepolisian menjadi korban penikaman. Pihaknya meminta aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.
Insiden tragis ini kembali menyoroti tingginya risiko tugas yang dihadapi oleh aparat keamanan di wilayah Papua. Pihak kepolisian diharapkan dapat meningkatkan меры keamanan dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas, serta segera mengungkap dan menindak tegas para pelaku kekerasan demi menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Yahukimo.