Tragis! Korban Teroris KKB di Yahukimo Bertambah Jadi 16 Orang

Kabar duka kembali datang dari Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Jumlah korban tewas akibat serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyasar para pendulang emas di wilayah tersebut terus bertambah. tim gabungan Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo telah menemukan total 16 jenazah korban.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, mengungkapkan bahwa penemuan jenazah dilakukan di berbagai lokasi di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi korban sejak serangan terjadi beberapa waktu lalu.

“Sejumlah jenazah pendulang emas korban pembunuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah ditemukan dari berbagai lokasi di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Kini, total ada 16 korban tewas yang ditemukan,” ujar Brigjen Faizal Rahmadani,

Sebelumnya, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 15 jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penemuan satu jenazah lagi atas nama Ferdina Bumi menambah daftar panjang korban keganasan KKB di wilayah tersebut.

Aparat keamanan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku hingga tuntas. Proses identifikasi seluruh jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga diharapkan dapat memberikan kejelasan dan ketenangan bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.

Aksi brutal KKB ini kembali menunjukkan bahwa kelompok tersebut tidak segan-segan melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis dan efektif untuk memberantas KKB dan menciptakan keamanan serta kedamaian di Papua.Tragisnya, sebagian besar korban merupakan pendulang emas yang mencari nafkah di wilayah tersebut. Aksi keji KKB ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menambah catatan kelam konflik berkepanjangan di Papua. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan upaya pengamanan dan penegakan hukum di wilayah rawan konflik untuk melindungi warga sipil dari ancaman kekerasan serupa di masa depan. Solidaritas dan dukungan bagi keluarga korban terus mengalir dari berbagai pihak.

Masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan terus menyerukan agar pemerintah mengedepankan pendekatan dialog dan pembangunan yang berkeadilan untuk mengatasi akar permasalahan konflik di Papua, selain upaya penegakan hukum terhadap KKB.