Mimika, Papua – Kabar duka datang dari Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua. Seorang nelayan bernama Yunus Refo (35), yang diketahui berasal dari Kepulauan Kei, Maluku, tewas mengenaskan akibat ledakan bom ikan yang sedang dirakitnya di rumahnya pada Sabtu, 3 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIT.
Peristiwa tragis ini terjadi di kediaman korban yang terletak di area perkampungan nelayan Kampung Pomako. Ledakan keras yang menggelegar sontak membuat panik warga sekitar. Mereka yang mendengar segera mendatangi sumber suara dan mendapati rumah korban dalam kondisi berantakan dengan tubuh Yunus Refo tergeletak tak bernyawa dengan luka parah di sekujur tubuhnya, terutama di bagian kepala dan tangan.
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Mukmin Nain, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian nahas tersebut. “Benar, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIT, telah terjadi ledakan di Kampung Pomako yang mengakibatkan seorang nelayan meninggal dunia. Korban teridentifikasi bernama Yunus Refo, berusia 35 tahun,” ujar AKP Mukmin Nain saat dikonfirmasi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Mimika, ditemukan sisa-sisa bahan peledak yang diduga kuat merupakan material untuk membuat bom ikan. Barang bukti yang diamankan antara lain serpihan botol kaca, sumbu, dan beberapa jenis bahan kimia yang biasa digunakan dalam pembuatan bom ikan.
Diduga kuat, Yunus Refo sedang dalam proses merakit bom ikan di dalam rumahnya ketika bahan peledak tersebut tiba-tiba meledak. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan dan dari mana korban mendapatkan bahan-bahan peledak tersebut. Beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan.
AKP Mukmin Nain kembali menegaskan bahwa penggunaan bom ikan adalah tindakan ilegal dan sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun lingkungan laut. Selain dapat menyebabkan kematian atau luka berat, praktik penangkapan ikan dengan bom juga menghancurkan ekosistem terumbu karang dan membunuh berbagai jenis biota laut secara indiscriminatif.