Kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, kembali berduka akibat insiden bentrokan antar kelompok masyarakat yang merenggut nyawa seorang warga sipil. Kabar tragis ini disampaikan langsung oleh Kapolres Puncak Jaya, Kompol Kuswara S.H., M.H., yang mengonfirmasi kejadian tersebut.
Menurut keterangan Kapolres, bentrokan terjadi pada Jumat (25/4/2025) sekitar pukul 11.00 WIT di Pasar Tradisional Mulia. Insiden ini melibatkan dua kelompok masyarakat yang bertikai dan mengakibatkan seorang warga sipil berinisial YW (30) meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Aparat keamanan dari TNI dan Polri segera merespons kejadian tersebut dengan mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah meluasnya konflik. Kapolres Kuswara menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui akar penyebab bentrokan antar kelompok masyarakat ini. Upaya mediasi dan pendekatan persuasif juga menjadi prioritas untuk meredam potensi konflik susulan dan menjaga ketertiban di Mulia.
Kehilangan nyawa seorang warga sipil dalam bentrokan di pasar ini menjadi pengingat pahit akan kerentanan masyarakat sipil terhadap konflik di Papua. Berbagai pihak выражают keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan menyerukan agar semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur dialog yang damai.
Pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama diharapkan dapat memainkan peran sentral dalam menenangkan situasi dan memfasilitasi rekonsiliasi antar kelompok masyarakat yang bertikai. Upaya bersama untuk membangun komunikasi yang efektif dan mencari solusi yang adil menjadi kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Masyarakat Mulia berharap agar situasi keamanan dapat segera pulih dan proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan dengan adil. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Lebih lanjut, Kapolres Kuswara mengimbau kepada seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Langkah ini penting untuk menjaga agar situasi tidak semakin memanas dan proses hukum dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.