The Next Big Thing: Subsektor Kreatif Mana yang Kini Jadi Fokus Utama Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara strategis mengalihkan fokusnya untuk mendorong Subsektor Kreatif yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan nilai ekspor signifikan. Di antara 17 subsektor ekonomi kreatif, perhatian kini tertuju pada beberapa area yang dianggap sebagai the next big thing. Prioritas ini didasarkan pada kemampuan subsektor tersebut untuk menyerap tenaga kerja, menciptakan inovasi digital, dan bersaing di pasar global dengan produk yang unik.

Fokus utama Kemenparekraf saat ini adalah pada Aplikasi dan Game Developer. Dengan bonus demografi yang besar dan tingginya tingkat penetrasi internet, pasar game dan aplikasi lokal memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar domestik dan menembus pasar internasional. Kemenparekraf aktif memberikan dukungan inkubasi, pembiayaan, dan fasilitasi pameran untuk talenta-talenta di bidang ini.

Subsektor Kreatif kedua yang mendapat sorotan tajam adalah Desain dan Fashion. Kekayaan wastra dan kerajinan tradisional Indonesia menjadi modal unik yang tak tertandingi. Kemenparekraf berupaya mendorong para desainer lokal untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya ini dengan tren global. Targetnya adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dan desain yang diakui secara internasional, bukan hanya di Asia Tenggara.

Musik juga menjadi Subsektor Kreatif prioritas, terutama dalam konteks hak kekayaan intelektual (HAKI) dan monetisasi digital. Kemenparekraf berupaya keras untuk memperbaiki sistem royalti dan memastikan musisi mendapatkan penghasilan yang adil dari karya mereka di platform streaming. Dukungan ini esensial untuk menciptakan ekosistem musik yang berkelanjutan dan mendorong musisi lokal untuk terus berproduksi dengan kualitas global.

Subsektor Kreatif yang tak kalah penting adalah Kuliner. Makanan Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi gastrodiplomacy yang kuat. Kemenparekraf mendorong standarisasi kualitas, pelatihan manajemen bisnis kuliner, dan promosi destinasi kuliner melalui pariwisata. Tujuannya adalah menjadikan kuliner Indonesia sebagai daya tarik utama, menarik wisatawan dan investasi asing.

Untuk mendukung semua Subsektor Kreatif ini, Kemenparekraf berinvestasi besar pada Intellectual Property (IP) dan Storytelling. IP lokal yang kuat—seperti karakter film, game, atau musik—adalah mata uang baru di pasar global. Strategi ini menekankan pentingnya narasi yang kuat untuk meningkatkan nilai jual produk kreatif Indonesia di kancah internasional.

Fokus pada Subsektor Kreatif ini diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) pada perekonomian nasional. Peningkatan pendapatan dari ekspor produk kreatif dan penyerapan tenaga kerja terdidik dan terampil adalah indikator utama keberhasilan strategi Kemenparekraf ini.