Seorang pria meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di area kolam ikan yang ia jaga di Kabupaten Keerom, Papua. Kejadian tragis ini terjadi pada hari Senin, 19 Mei 2025, sekitar pukul 08.00 WIT, dan sontak membuat geger warga sekitar. Penemuan pria meninggal ini pertama kali dilaporkan oleh salah satu warga yang hendak melewati area kolam ikan tersebut.
Penemuan buaya ini pertama kali dilaporkan oleh Bapak Dwi Cahyo (48), seorang warga lokal yang sedang membersihkan halaman rumahnya sekitar pukul 15.30 WIB. Ia terkejut melihat penampakan seekor buaya besar yang bergerak perlahan di dalam saluran air yang cukup lebar, hanya beberapa meter dari area bermain anak-anak. Khawatir akan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh reptil buas tersebut, Bapak Dwi segera menghubungi Ketua RT setempat, Bapak Harjo Sumitro, yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke Pusat Komando Damkar Kabupaten Sleman. “Saya langsung gemetar melihatnya. Saya tidak pernah menyangka akan ada buaya sebesar itu di selokan dekat rumah kami,” ungkap Bapak Dwi saat diwawancarai singkat di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta delapan personel penyelamat terlatih dari Pos Induk Damkar Sleman tiba di lokasi kejadian dengan sigap. Tim yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu A, Bapak Agus Setiawan (40), segera melakukan asesmen situasi dan mempersiapkan strategi untuk evakuasi buaya. Proses ini memerlukan perencanaan yang matang dan kehati-hatian ekstra, mengingat ukuran buaya yang signifikan dan sifat alami hewan tersebut yang bisa menjadi agresif jika merasa terancam. Petugas dengan cepat menyiapkan peralatan khusus yang terdiri dari tali penjerat, pengait panjang, jaring penangkap, serta kerangkeng besi berukuran besar sebagai tempat penampungan sementara.
Proses evakuasi buaya berlangsung dengan sangat dramatis dan penuh tantangan selama kurang lebih satu jam. Petugas dengan seragam lengkap dan perlengkapan pengaman, secara terkoordinasi dan profesional, berusaha mendekati buaya dari berbagai sisi untuk membatasi geraknya. Setelah beberapa kali percobaan yang membutuhkan kesabaran dan ketangkasan, buaya tersebut akhirnya berhasil dijerat di bagian kepala dan tubuh, kemudian mulutnya diikat erat menggunakan tali khusus untuk mencegah gigitan. Dengan tenaga gabungan dan teknik yang tepat, buaya muara yang diperkirakan memiliki bobot sekitar 100 kilogram itu kemudian diangkat secara perlahan dan aman ke dalam kerangkeng besi yang telah disiapkan di atas kendaraan operasional Damkar. Seluruh proses ini berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, baik dari pihak warga yang menyaksikan maupun petugas yang terlibat.
Setelah berhasil dievakuasi dari lingkungan permukiman, buaya muara tersebut kemudian dibawa ke Kantor Damkar Kabupaten Sleman untuk observasi dan pemeriksaan awal oleh tim ahli. Rencananya, buaya ini akan segera diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta pada esok hari, Selasa, 20 Mei 2025, untuk penanganan lebih lanjut. BKSDA akan menentukan apakah buaya tersebut akan direlokasi ke habitat alami yang lebih sesuai atau ditempatkan di lembaga konservasi untuk tujuan rehabilitasi. Pihak Damkar Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera menghubungi pihak berwenang jika menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan permukiman, dan sangat disarankan untuk tidak mencoba melakukan evakuasi buaya atau hewan berbahaya lainnya secara mandiri demi keamanan bersama.