Calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Papua Nugini akan menjadi salah satu agenda prioritas di awal masa pemerintahannya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Prabowo untuk mempererat kerja sama strategis dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia di wilayah timur. Papua Nugini dianggap sebagai mitra strategis dalam berbagai aspek, termasuk keamanan, ekonomi, dan sosial budaya, serta menjadi kunci stabilitas regional.
Prabowo menyadari pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, terutama terkait isu lintas batas. Kerja sama dalam bidang keamanan, seperti patroli bersama dan penanganan lintas batas ilegal, akan menjadi fokus utama dalam menjaga kedaulatan. Selain itu, Prabowo juga ingin meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Papua Nugini, terutama di sektor perdagangan dan investasi, untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Potensi ekonomi Papua Nugini yang kaya akan sumber daya alam menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
Selain kerja sama keamanan dan ekonomi, Prabowo juga menyoroti pentingnya kerja sama sosial budaya antara Indonesia dan Papua Nugini untuk memperkuat ikatan persaudaraan. Pertukaran budaya dan pendidikan diharapkan dapat mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara, membangun pemahaman yang lebih baik. Prabowo juga ingin meningkatkan kerja sama dalam bidang kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit menular dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah perbatasan untuk menyejahterakan masyarakat.
Pernyataan Prabowo tentang Papua Nugini ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk para pengamat hubungan internasional yang menilai positif langkah tersebut. Mereka menilai bahwa kerja sama yang erat dengan Papua Nugini akan memberikan manfaat bagi kedua negara, menciptakan stabilitas regional. Stabilitas dan kemajuan Papua Nugini juga akan berdampak positif bagi keamanan dan pembangunan di wilayah timur Indonesia yang berbatasan langsung.
Masuknya Papua Nugini dalam agenda awal pemerintahan Prabowo menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun hubungan yang baik, konstruktif, dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Pasifik Selatan. Kerja sama yang saling menguntungkan diharapkan dapat menciptakan stabilitas, keamanan, dan kemajuan bersama di kawasan Pasifik Selatan, serta memperkuat hubungan bilateral. Prabowo berkomitmen untuk menjaga hubungan baik ini dan terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang.