Miris! KKB Tembak Mati Tukang Ojek di Puncak Papua

Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Puncak, Papua, di mana seorang tukang ojek menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok separatis tersebut dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat sipil.

Kronologi Kejadian Tragis

Insiden KKB tembak mati ini terjadi pada hari Rabu, 9 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIT. Korban yang diketahui bernama Yanto (38), seorang tukang ojek yang sehari-hari mencari nafkah di sekitar Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, ditembak saat sedang menunggu penumpang di pangkalan ojek.

Menurut keterangan saksi mata, sekelompok anggota KKB tiba-tiba datang dan tanpa alasan yang jelas langsung melepaskan tembakan ke arah korban. Korban yang tidak sempat melarikan diri, tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dialaminya.

“Tiba-tiba mereka datang dan langsung menembak bapak itu. Kami semua panik dan lari menyelamatkan diri,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Identifikasi Korban dan Reaksi Aparat Keamanan

Korban, Yanto, dikenal sebagai sosok yang ramah dan merupakan tulang punggung keluarga. Kabar KKB tembak mati Yanto dengan cepat menyebar dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan sesama tukang ojek.

Aparat keamanan dari TNI dan Polri yang menerima laporan mengenai kejadian ini segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Kami telah menerima laporan dan tim gabungan sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku KKB tembak mati ini,” ujar Komandan Kodim Puncak Jaya, Letkol Infanteri Surya Dharma, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kondisi Keamanan di Puncak Papua

Peristiwa KKB tembak mati tukang ojek ini semakin memperburuk kondisi keamanan di wilayah Puncak Papua yang memang rawan akan aksi kekerasan oleh KKB. Kelompok separatis ini kerap melakukan aksi teror dan penyerangan terhadap aparat keamanan maupun warga sipil.

Kejadian KKB tembak mati Yanto ini sekali lagi menunjukkan bahwa KKB tidak segan-segan melakukan tindakan brutal terhadap warga sipil yang tidak bersalah.