Papua Barat memiliki pusat konservasi pesisir yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung lingkungan tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan, yaitu Mangrove Klawalu Sorong. Sebagai taman wisata mangrove pertama di tanah Papua, tempat ini menawarkan pengalaman menjelajahi hutan bakau yang luas melalui jalur jembatan kayu yang tertata dengan sangat rapi dan modern. Lokasi ini menjadi oase hijau bagi Kota Sorong, memberikan ruang bagi warga dan turis untuk menikmati udara bersih serta mempelajari pentingnya ekosistem pesisir bagi kelestarian laut dan pencegahan abrasi secara berkelanjutan.
Keunggulan dari Mangrove Klawalu Sorong dibandingkan dengan hutan bakau lainnya adalah penataan jalurnya yang sangat memikirkan aspek keindahan visual dan kenyamanan pengunjung. Anda bisa melakukan aktivitas Bakau trekking sepanjang ratusan meter di bawah naungan rimbunnya pohon-pohon bakau yang usianya sudah sangat tua. Di beberapa titik, terdapat menara pandang yang memungkinkan wisatawan untuk melihat seluruh hamparan hijau hutan mangrove dengan latar belakang laut dan perbukitan di kejauhan. Keanekaragaman hayati di sini juga sangat kaya, di mana pengunjung sering kali dapat melihat berbagai jenis burung endemik Papua dan biota rawa yang hidup bebas di antara akar-akar bakau.
Tempat ini sangat populer bagi masyarakat di wilayah Sorong sebagai lokasi olahraga sore atau sekadar tempat berkumpul bersama keluarga. Desain jembatannya yang berwarna-warni di beberapa bagian memberikan sentuhan modern yang sangat menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Selain sebagai tempat wisata, Klawalu juga menjadi pusat edukasi lingkungan di mana pengunjung bisa membaca berbagai papan informasi mengenai jenis-jenis bakau dan perannya dalam menyerap karbon dioksida. Kesunyian hutan yang hanya dipecahkan oleh suara kicauan burung dan gemericik air pasang memberikan efek relaksasi yang sangat baik bagi kesehatan mental.
Upaya pelestarian di wilayah Papua ini terus didukung oleh pemerintah dan organisasi lingkungan internasional agar ekosistem bakau tetap terjaga dari ancaman pemukiman dan limbah. Pengunjung sangat dihimbau untuk tidak meninggalkan sampah plastik sekecil apa pun di dalam area hutan, karena hal tersebut bisa mengganggu pertumbuhan akar bakau dan merusak habitat satwa yang ada di dalamnya. Fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas, toilet bersih, dan kantin yang menjual jajanan lokal sudah tersedia, menjadikan pengalaman wisata di Klawalu sangat nyaman bagi semua kalangan, termasuk bagi wisatawan mancanegara yang akan melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat.