Tragis! Sakit Hati Bertahun-tahun, Lansia di Solok Selatan Tikam Keponakan Hingga Tewas

Peristiwa tragis terjadi di Jorong Sungai Pua, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Seorang lansia berusia 70 tahun, berinisial J, nekat melakukan penikaman terhadap keponakannya sendiri, Y (40), hingga tewas. Motif di balik aksi keji ini diduga kuat adalah rasa sakit hati yang telah dipendam selama bertahun-tahun.

Menurut keterangan pihak kepolisian, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (19/4/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Pelaku dan korban diketahui tinggal berdekatan. Diduga, sakit hati akibat permasalahan lama menjadi pemicu utama pertengkaran yang berujung pada penikaman menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Kapolres Solok Selatan AKBP Agung Suharyono melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Purwanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau. Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka tusuk yang parah.

Tragedi ini menunjukkan betapa sakit hati yang tidak terselesaikan dapat berakumulasi dan berujung pada tindakan kekerasan yang fatal. Usia senja seharusnya menjadi waktu untuk menikmati ketenangan, namun konflik yang berkepanjangan justru membawa petaka bagi keluarga di Solok Selatan ini.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini untuk mengetahui secara pasti kronologi dan akar permasalahan yang menyebabkan lansia tikam keponakan tersebut. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat setempat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib. Kejadian ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan penyelesaian konflik secara damai dalam lingkungan keluarga.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendeteksi dan mencegah potensi terjadinya kekerasan akibat konflik yang berkepanjangan. Mediasi dan mencari solusi damai harus diutamakan dalam setiap permasalahan. Dukungan psikologis bagi keluarga korban dan pelaku juga sangat dibutuhkan dalam menghadapi trauma akibat kejadian ini. Semoga keadilan dapat ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca tentang Sumbar, terimakasih !