Kisah Inspiratif Suster Maria: Barter Makanan Demi Selamatkan Warga Pedalaman Papua

MAMBERAMO TENGAH, PAPUA PEGUNUNGAN – Di tengah keterbatasan akses dan sulitnya pasokan logistik di wilayah pedalaman Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, seorang suster bernama Maria (45 tahun) menunjukkan dedikasi dan kasih yang luar biasa. Dengan inisiatif sendiri, Suster Maria melakukan barter makanan dengan hasil kebun dan hutan dari warga setempat demi memenuhi kebutuhan pangan mereka yang seringkali kekurangan.

Kisah barter makanan yang dilakukan Suster Maria ini mulai dikenal luas setelah beberapa relawan dan jurnalis yang sempat mengunjungi wilayah tersebut membagikannya melalui media sosial. Mereka menceritakan bagaimana Suster Maria, yang bertugas di sebuah klinik kecil di Distrik Kobakma, dengan sabar dan telaten menukar beras, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya dengan ubi jalar, singkong, sayuran, atau hasil buruan yang dibawa oleh warga.

Sempat seringkali suster bantu warga penduduk papua untuk melakukan barter. Makanan yang di bawa juga bervariasi ada sayur, buah seperti pisang dan lainnya.

“Suster Maria ini benar-benar malaikat bagi kami. Kalau bukan karena beliau yang mau barter makanan, kami seringkali kesulitan mendapatkan beras atau kebutuhan lain,” ujar Mama Naomi (52 tahun), salah seorang warga Kampung Erapogoba yang sering bertukar hasil kebunnya dengan Suster Maria pada Senin, 7 April 2025.

Kondisi geografis yang sulit dan biaya transportasi yang mahal seringkali menjadi kendala dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah pedalaman Papua. Melihat kondisi tersebut, Suster Maria tidak tinggal diam. Ia membangun kepercayaan dengan warga dan secara aktif melakukan barter makanan sebagai solusi alternatif untuk memastikan ketersediaan pangan.

Inisiatif barter makanan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perut warga, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara Suster Maria dan masyarakat setempat. Warga merasa dihargai dan termotivasi untuk terus menghasilkan yang terbaik dari alam mereka.

Kisah Suster Maria ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya kepedulian dan inovasi dalam membantu sesama, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Dedikasinya yang tulus melalui barter makanan telah memberikan harapan dan meringankan beban hidup warga pedalaman Papua.