Kemuliaan Maqam Ibrahim ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 125. Ayat ini berbunyi, “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat salat.” Penegasan Ilahi ini menunjukkan betapa istimewanya posisi Maqam Ibrahim dalam Islam, menjadikannya bukan sekadar batu, melainkan sebuah situs yang memiliki perintah langsung dari Allah SWT.
Ayat tersebut menjadikan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah tawaf sebagai sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ini adalah teladan yang beliau contohkan, mengukuhkan kemuliaan Maqam Ibrahim dalam praktik ibadah. Setiap Muslim yang berhaji atau umrah berusaha keras untuk melaksanakan salat di lokasi ini.
Kedudukannya yang istimewa dalam ibadah menjadikan Maqam Ibrahim selalu menjadi pusat perhatian di Area Tawaf. Jutaan jemaah ingin meneladani Rasulullah SAW dan meraih keberkahan. Kemuliaan Maqam ini tidak hanya terletak pada jejak kaki Nabi Ibrahim AS, tetapi juga pada perintah Al-Qur’an yang menjadikannya tempat salat.
Keistimewaan Maqam Ibrahim yang memiliki bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS adalah mukjizat Allah SWT. Jejak ini menjadi bukti nyata sejarah kenabian yang tak terbantahkan. Kemuliaan Maqam ini semakin diperkuat dengan adanya perintah langsung dari Allah untuk menjadikannya sebagai tempat salat sunah.
Pengalaman spiritual saat melaksanakan salat di belakang Maqam Ibrahim sangatlah mendalam. Jemaah merasakan koneksi yang kuat dengan para Nabi dan Allah SWT. Ini adalah momen yang membangkitkan kekhusyukan dan perasaan kedekatan yang luar biasa, seolah-olah doa dan salat langsung diterima di hadirat-Nya.
Secara historis, keberadaan Maqam Ibrahim dan perintah untuk salat di sana telah diakui dan diamalkan sepanjang zaman. Ini menunjukkan kesinambungan ajaran Islam dari masa Nabi Ibrahim hingga Rasulullah SAW. Kemuliaan Maqam ini adalah bagian dari warisan abadi yang dijaga umat Muslim.
Meskipun dinding marmer di dalam Ka’bah atau tangga kayu yang tersembunyi memiliki fungsi tersendiri, Maqam Ibrahim adalah simbol terbuka dari perintah Ilahi. Ia adalah penanda yang terlihat jelas, mengundang setiap hati yang beriman untuk mendekat dan melaksanakan perintah Allah.