Kabar duka menyelimuti dunia aktivisme dan kemanusiaan setelah aktivis perempuan yang dikenal gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua, Michelle Kurisi Doga, dinyatakan meninggal tertembak. Insiden tragis ini diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Nduga, Papua Tengah. Kabar meninggal tertembaknya Michelle dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan organisasi tempatnya bernaung pada Minggu (4 Mei 2025) pagi waktu setempat.
Michelle Kurisi Doga, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat adat Papua, dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (1 Mei 2025) saat melakukan perjalanan ke wilayah Nduga untuk melakukan pendampingan program pendidikan dan kesehatan. Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari aparat keamanan dan relawan, jenazah Michelle ditemukan pada Sabtu (3 Mei 2025) sore di sebuah lokasi terpencil dengan luka tembak di beberapa bagian tubuh. Dugaan kuat, Michelle menjadi korban kekerasan dan meninggal tertembak oleh anggota KKB yang selama ini aktif di wilayah tersebut.
Kabar meninggal tertembaknya Michelle sontak menimbulkan duka mendalam dan kecaman keras dari berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, hingga pemerintah daerah dan pusat. Mereka mengecam tindakan brutal dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh KKB. Michelle dikenal sebagai sosok yang peduli dan berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Papua dan Indonesia.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Mathius Fakhiri, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait meninggal tertembaknya Michelle Kurisi Doga dan sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi keji ini. “Kami akan melakukan segala upaya untuk menangkap para pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum,” tegas Irjen Pol Mathius dalam keterangan persnya di Jayapura pada Minggu siang. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Michelle dan berjanji akan terus berupaya menciptakan kondisi yang aman dan damai di Papua. Kepergian Michelle menjadi pengingat akan tantangan keamanan yang masih dihadapi di beberapa wilayah Papua dan pentingnya upaya bersama untuk menciptakan perdamaian.