Tragis! AKBP Rahman Terkena Anak Panah Saat Amankan Kericuhan di Papua Pegunungan

Insiden memilukan terjadi di wilayah Papua Pegunungan pada hari Kamis, 24 April 2025, ketika aparat kepolisian berupaya mengamankan aksi kericuhan antar kelompok masyarakat. AKBP Rahman, seorang perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), menjadi korban setelah terkena panah saat bertugas di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIT.

Kericuhan yang terjadi diduga dipicu oleh sengketa lahan antar dua kelompok masyarakat di wilayah tersebut. Aparat kepolisian dari Polres Lanny Jaya, termasuk AKBP Rahman yang turun langsung ke lokasi kejadian, berusaha untuk melerai dan menenangkan kedua belah pihak. Namun, situasi justru semakin memanas dan salah seorang anggota kelompok yang bertikai melepaskan anak panah ke arah petugas. Nahas, anak panah tersebut mengenai AKBP Rahman.

Informasi awal yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa AKBP Rahman terkena panah di bagian paha kanan. Rekan-rekan sesama anggota kepolisian yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan berupaya mengevakuasi AKBP Rahman dari lokasi kericuhan menuju puskesmas terdekat di Kuyawage. Namun, karena luka yang cukup dalam dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif, AKBP Rahman kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena menggunakan helikopter milik Polri.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, melalui keterangan pers pada Jumat pagi, 25 April 2025, membenarkan insiden tragis yang menimpa AKBP Rahman. Kapolda выразил keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan.

“Kami sangat menyesalkan insiden ini. AKBP Rahman adalah seorang perwira yang berdedikasi dan sedang menjalankan tugas mulianya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Beliau terkena panah saat berupaya melerai konflik,” ujar Irjen Pol. Mathius Fakhiri.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini dan menindak tegas pelaku pelemparan panah serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam kericuhan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihaknya juga akan meningkatkan upaya pengamanan dan mediasi di wilayah-wilayah rawan konflik di Papua Pegunungan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kondisi terkini AKBP Rahman dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena. Namun, beliau masih membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk pemulihan lukanya. Insiden terkena panah yang dialami AKBP Rahman ini menjadi pengingat akan tantangan berat yang dihadapi aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Solidaritas dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan AKBP Rahman dan menciptakan situasi yang lebih kondusif di Papua.