Situasi Memanas di Papua Tengah: Aksi Anarkis KKB Bakar Sekolah SMP di Puncak, TNI Buru Pelaku

Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Papua Tengah, di mana kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan tindakan aksi anarkis dengan membakar sebuah bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Insiden aksi anarkis yang terjadi pada Jumat siang, 18 April 2025, sekitar pukul 12.00 WIT di Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, ini menyebabkan bangunan sekolah mengalami kerusakan parah. Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku aksi anarkis tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber-sumber keamanan di lapangan menyebutkan bahwa sekelompok anggota KKB dengan bersenjata api mendatangi bangunan SMP yang dalam keadaan kosong. Mereka kemudian melakukan membakar beberapa ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiel diperkirakan cukup besar dan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dipastikan akan terganggu. Tindakan anarkis ini diduga sebagai upaya KKB untuk menciptakan ketidakstabilan dan menebar ketakutan di masyarakat.

Menyikapi aksi anarkis pembakaran sekolah ini, aparat TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Satuan-satuan TNI telah diterjunkan ke lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya untuk melakukan operasi penindakan. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, melalui keterangan pers yang disampaikan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Infanteri Chandra Kurniawan, pada Jumat sore, 18 April 2025, mengecam keras tindakan brutal KKB tersebut.

“Tindakan pembakaran fasilitas pendidikan seperti sekolah adalah tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kami dari TNI akan terus melakukan pengejaran dan menindak tegas para pelaku aksi anarkis ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah perbaikan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera pulih,” tegas Letkol Infanteri Chandra Kurniawan. Pihak TNI juga meminta dukungan dari masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan KKB demi terciptanya keamanan dan kedamaian di Papua Tengah. Aksi anarkis ini menambah daftar panjang tindakan kekerasan yang dilakukan KKB dan menjadi tantangan serius bagi upaya pembangunan dan kemajuan di Papua.